Kamis, 02 Juli 2009

Polling Sms Debat Capres / Cawapres “Direkayasa” untuk Memenangkan Capres / Cawapres Tertentu (?)

Oleh Abdi - 30 Juni 2009

Sebuah surat kabar ibu kota menurunkan berita bahwa polling SMS yang digelar pada acara debat capres / cawapres di stasiun televsi swasta menuai polemik. Salah satu penyebab utama dari polemik tsb adalah hasil dari polling SMS tsb yang cenderung selalu memenangkan capres / cawapres tertentu.

Yang juga dipertanyakan adalah hasil perbandingan polling SMS di antara ke 3 capres yang menunjukkan seolah-olah capres / cawapres tertentu digambarkan akan memenangkan pemilu presiden dalam satu putaran saja. Hal ini menyebabkan sejumlah pihak mensinyalir adanya rekayasa dalam polling SMS tsb.

BEBERAPA INDIKASI ADANYA REKAYASA

Beberapa pihak tertentu telah menyatakan pendapatnya mengenai kemungkinan adanya rekayasa dalam polling SMS yang tampaknya cenderung selalu memenangkan cepres / cawapres tertentu. Berikut ini adalah pernyataan mereka:

1.Pernyataan Heru Sutandi (anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Inddonesia = BRTI)

Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Heru Sutandi, mensinyalir polling SMS pada acara debat capres / cawapres di televisi terjadi kecurangan. Dia melihat ada pihak yang melakukan blocking sehingga SMS hanya masuk kepada pasangan capres /cawapres tertentu saja. Mestinya cara-cara seperti itu dilarang, karena tidak fair dan hanya calon tertentu saja yang unggul, sementara calon lain kalah.

2.Pernyataan Yuddy Chrisnandi (juru bicara capres / cawapres JK - Wiranto)

Yuddy chrisnandi, juru bicara pasangan capres / cawapres JK-Wiranto mengatakan adanya indikasi kecurangan dalam polling SMS saat debat capres / cawapres berlangsung. “Sebelum debat dimulai hasil polling SMS untuk SBY sudah mencapai di atas 50 % bahkan pernah sampai 62 %, jauh melampaui megawati dan JK.”

Menurut Yuddy ada beberapa alat yang bisa digunakan untuk menaikkan polling SMS. Yang paling mudah adalah membeli pulsa sebanyak mungkin untuk dikirim pada polling SMS tsb. Bisa juga membeli mesin untuk memasukkan SMS dengan cara menyetorkan uang.

Yuddy melanjutkan: “Saya pernah ditawari, harga alatnya Rp.500 juta, tap kami nggak mau. Untuk apa membeli alat rekayasa tsb, karena akhirnya hanya membohongi. Daripada membeli alat semahal itu, lebih baik uangnya digunakan untuk kepentingan rakyat.” Karena itu menurut Yuddy tim JK - Wiranto tidak percaya dengan hasil polling SMS tsb. Kenyataannya dari debat capres yang sudah digelar, JK selalu mendapat pujian dari pada capres lainnya.

3.Pernyataan Fahmi Fahrudin (Ketua Tim Cyber Mega-Prabowo)

Fahmi Fahrudin menyatakan bahwa saat ia mengirim SMS ke TV penyelenggara debat capres selalu gagal, dan kegagalan pengiriman SMS ini mencapai lebih dari 70 persen. Dia mengatakan kondisi ini berbeda pada saat acara debat cawapres, di mana lebih dari 4000 kiriman SMS semuanya bisa masuk.

Selain dari pernyataan pihak-pihak tsb di atas, masyarakat pemersa TV yang kritis pada umumnya bisa melihat adanya beberapa keganjilan sbb:

1.Debat cawapres di mana Budiono merupakan cawapres paling tidak popular hasilnya kurang lebih sama dengan debat capres, padahal pada awal debat, Prabowo sempat mencapai polling SMS tertinggi selama beberapa menit pada awal debat.

2.Ada indikasi hasil polling SMS tsb cenderung hampir selalu sama dengan ranking perolehan suara yang diramalkan oleh LSI yang akhir-akhir ini menggunakan hasil surveynya untuk iklan jualan pemilu presiden satu putaran untuk kemenangan pasangan SBY - Berbudi.

ARAH KECURIGAAN DAN BANTAHAN

Pihak-pihak yang merasa menjadi sasaran kecurigaan adanya rekayasa dalam polling SMS untuk acara debat capres / cawapres telah menyatakan bantahannya. Misalnya saja manager Humas Trans TV Hardiansyah Lubis mengatakan bahwa polling SMS saat debat capres / cawapres seluruhnya ditangani KPU. Trans TV tidak mengadakan polling SMS itu. Masalahnya hasilnya kami juga tidak tahu menahu, semuanya urusan KPU. Kami hanya mengadakan siaran saja. Demikian kata Hardiansyah kepada sebuah harian ibu kota pada Minggu malam, 28-6-2009.

Pihak lain yang juga merasa jadi sasaran kecurigaan adalah kubu SBY - Berbudi / Partai Demokrat. Wakil ketua umum Partai Demokrat Ahmad Mubarok dengan nada berkelakar mengatakan: “Jangan-jangan ada ‘jin” sehingga pendukung calon presiden lain sulit mengirim SMS. Saya sendiri mudah mengirim SMS saat SBY tampil dalam acara debat tsb.”

He, he, he, . . . . bisa juga Ahmad Mubarok ngeledek orang-orang yang mencurigai pihaknya. Yah, kita harapkan saja, kalau memang ada jin, semoga jin tsb bukan jin piaraan Ahmad Mubarok. Selanjutnya Ahmad Mubarok menyatakan agar semua pihak tidak menuduh kalau polling SMS yang selalu memenangkan pasangan SBY - Berbudi sebagai hasil rekayasa.

TINDAK LANJUT DAN SOLUSI

Menurut pendapat penulis, kalau memang acara debat capres / cawapres bisa menambah simpati masyarakat dan bisa menambah perolehan suara dalam pemilu presiden tanggal 8 Juli 2009 nanti, maka yang terpenting di sini adalah melakukan usaha untuk meningkatkan kualitas penampilan dari masing-masing capres / cawapres.

Adanya rekayasa atau kecurangan di mana capres tertentu yang penampilannya sering mendapat pujian tapi direkayasa oleh pihak lain agar memperoleh polling SMS yang rendah, justru akan menambah simpati masyarakat untuk memilihnya pada pemilu 8 Juli 2009 mendatang. Rakayasa atau kecurangan seperti itu kemungkinnan besar dapat dibaca oleh masyarakat pemersa TV.

Terlepas dari itu semua beberapa pihak tertentu telah menyatakan gagasannya untuk melakukan beberapa cara guna mencegah adanya kemungkinan rekayasa polling SMS untuk debat capres / cawapres tsb.

Heru Sutadi Anggota BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia) mengatakan akan terus memantau polling SMS yang dimanfaatkan untuk kepentingan debat capres / cawapres, kampanye dan kegiatan lainnya. Menurutnya, penyelenggara debat mestinya menekankan metode polling pada jumlah total SMS yang masuk, dan jangan hanya persentase-nya saja.

Sementara itu Ketua Tim Cyber Mega-Prabowo Fahmi Fahrudin meminta agar polling debat capres / cawapres yang disiarkan secara langsung di televisi swasta dihentikan saja. Alasannya polling SMS tsb rentant direkayasa.

Salam dari: Abdi Dharma

Mohon kepada siapapun yang berminat memberi tanggapan, agar menyampaikan tanggapannya dengan santun, beretika, satria, dan bermartabat. Terima kasih

SEBUAH HIMBAUAN

Kedaulatan ada di tangan rakyat, oleh karena itu masing-masing diri kita sesunguhnya memiliki kedaulatan pribadi. Mari kita gunakan kedaulatan pribadi tsb dengan cara bersikap mandiri dalam segala hal termasuk dalam menentukan hak pilih kita masing-masing.

Kita sebaiknya “tidak mejadi pribadi yang mudah terpengaruh” dengan berbagai iklan politik atau tim sukses dari capres / cawapres manapun. Biarkan saja sendainya kubu capres / cawapres itu berkonflik. Kita sebagai masyarakat yang mandiri tetap tenang, damai.dan dewasa dengan disertai doa untuk suksesnya pemilu tanggal 8 Juli 2009 ini.

“Mari kita amati dan nilai terus secara kritis dan objektif” kualitas dari masing-masing capres dan cawapres yang tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kemudian ketika kita sudah sampai pada bilik suara pada pemilu tanggal 8 Juli 2009 ini barulah kita tentukan pilihan kita dengan “pertimbangan yang mandiri dan matang” sehingga pada saatnya nanti kita bisa memilih dan mendapatkan presiden yang paling tidak bisa memberikan sesuatu yang “sedikit lebih baik” dan tidak mengecewakan seluruh masyarakat Indonesia

Sebuah surat kabar ibu kota menurunkan berita bahwa polling SMS yang digelar pada acara debat capres / cawapres di stasiun televsi swasta menuai polemik. Salah satu penyebab utama dari polemik tsb adalah hasil dari polling SMS tsb yang cenderung selalu memenangkan capres / cawapres tertentu.

Yang juga dipertanyakan adalah hasil perbandingan polling SMS di antara ke 3 capres yang menunjukkan seolah-olah capres / cawapres tertentu digambarkan akan memenangkan pemilu presiden dalam satu putaran saja. Hal ini menyebabkan sejumlah pihak mensinyalir adanya rekayasa dalam polling SMS tsb.

BEBERAPA INDIKASI ADANYA REKAYASA

Beberapa pihak tertentu telah menyatakan pendapatnya mengenai kemungkinan adanya rekayasa dalam polling SMS yang tampaknya cenderung selalu memenangkan cepres / cawapres tertentu. Berikut ini adalah pernyataan mereka:

1.Pernyataan Heru Sutandi (anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Inddonesia = BRTI)

— Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Heru Sutandi, mensinyalir polling SMS pada acara debat capres / cawapres di televisi terjadi kecurangan. Dia melihat ada pihak yang melakukan blocking sehingga SMS hanya masuk kepada pasangan capres /cawapres tertentu saja. Mestinya cara-cara seperti itu dilarang, karena tidak fair dan hanya calon tertentu saja yang unggul, sementara calon lain kalah.

2.Pernyataan Yuddy Chrisnandi (juru bicara capres / cawapres JK – Wiranto)

— Yuddy chrisnandi, juru bicara pasangan capres / cawapres JK-Wiranto mengatakan adanya indikasi kecurangan dalam polling SMS saat debat capres / cawapres berlangsung. “Sebelum debat dimulai hasil polling SMS untuk SBY sudah mencapai di atas 50 % bahkan pernah sampai 62 %, jauh melampaui megawati dan JK.”

Menurut Yuddy ada beberapa alat yang bisa digunakan untuk menaikkan polling SMS. Yang paling mudah adalah membeli pulsa sebanyak mungkin untuk dikirim pada polling SMS tsb. Bisa juga membeli mesin untuk memasukkan SMS dengan cara menyetorkan uang.

Yuddy melanjutkan: “Saya pernah ditawari, harga alatnya Rp.500 juta, tap kami nggak mau. Untuk apa membeli alat rekayasa tsb, karena akhirnya hanya membohongi. Daripada membeli alat semahal itu, lebih baik uangnya digunakan untuk kepentingan rakyat.” Karena itu menurut Yuddy tim JK – Wiranto tidak percaya dengan hasil polling SMS tsb. Kenyataannya dari debat capres yang sudah digelar, JK selalu mendapat pujian dari pada capres lainnya.

3.Pernyataan Fahmi Fahrudin (Ketua Tim Cyber Mega-Prabowo)

— Fahmi Fahrudin menyatakan bahwa saat ia mengirim SMS ke TV penyelenggara debat capres selalu gagal, dan kegagalan pengiriman SMS ini mencapai lebih dari 70 persen. Dia mengatakan kondisi ini berbeda pada saat acara debat cawapres, di mana lebih dari 4000 kiriman SMS semuanya bisa masuk.

Selain dari pernyataan pihak-pihak tsb di atas, masyarakat pemersa TV yang kritis pada umumnya bisa melihat adanya beberapa keganjilan sbb:

1.Debat cawapres di mana Budiono merupakan cawapres paling tidak popular hasilnya kurang lebih sama dengan debat capres, padahal pada awal debat, Prabowo sempat mencapai polling SMS tertinggi selama beberapa menit pada awal debat.

2.Ada indikasi hasil polling SMS tsb cenderung hampir selalu sama dengan ranking perolehan suara yang diramalkan oleh LSI yang akhir-akhir ini menggunakan hasil surveynya untuk iklan jualan pemilu presiden satu putaran untuk kemenangan pasangan SBY – Berbudi.

ARAH KECURIGAAN DAN BANTAHAN

Pihak-pihak yang merasa menjadi sasaran kecurigaan adanya rekayasa dalam polling SMS untuk acara debat capres / cawapres telah menyatakan bantahannya. Misalnya saja manager Humas Trans TV Hardiansyah Lubis mengatakan bahwa polling SMS saat debat capres / cawapres seluruhnya ditangani KPU. Trans TV tidak mengadakan polling SMS itu. Masalahnya hasilnya kami juga tidak tahu menahu, semuanya urusan KPU. Kami hanya mengadakan siaran saja. Demikian kata Hardiansyah kepada sebuah harian ibu kota pada Minggu malam, 28-6-2009.

Pihak lain yang juga merasa jadi sasaran kecurigaan adalah kubu SBY – Berbudi / Partai Demokrat. Wakil ketua umum Partai Demokrat Ahmad Mubarok dengan nada berkelakar mengatakan: “Jangan-jangan ada ‘jin” sehingga pendukung calon presiden lain sulit mengirim SMS. Saya sendiri mudah mengirim SMS saat SBY tampil dalam acara debat tsb.”

He, he, he, . . . . bisa juga Ahmad Mubarok ngeledek orang-orang yang mencurigai pihaknya. Yah, kita harapkan saja, kalau memang ada jin, semoga jin tsb bukan jin piaraan Ahmad Mubarok. Selanjutnya Ahmad Mubarok menyatakan agar semua pihak tidak menuduh kalau polling SMS yang selalu memenangkan pasangan SBY – Berbudi sebagai hasil rekayasa.

TINDAK LANJUT DAN SOLUSI

Menurut pendapat penulis, kalau memang acara debat capres / cawapres bisa menambah simpati masyarakat dan bisa menambah perolehan suara dalam pemilu presiden tanggal 8 Juli 2009 nanti, maka yang terpenting di sini adalah melakukan usaha untuk meningkatkan kualitas penampilan dari masing-masing capres / cawapres.

Adanya rekayasa atau kecurangan di mana capres tertentu yang penampilannya sering mendapat pujian tapi direkayasa oleh pihak lain agar memperoleh polling SMS yang rendah, justru akan menambah simpati masyarakat untuk memilihnya pada pemilu 8 Juli 2009 mendatang. Rakayasa atau kecurangan seperti itu kemungkinnan besar dapat dibaca oleh masyarakat pemersa TV.

Terlepas dari itu semua beberapa pihak tertentu telah menyatakan gagasannya untuk melakukan beberapa cara guna mencegah adanya kemungkinan rekayasa polling SMS untuk debat capres / cawapres tsb.

Heru Sutadi Anggota BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia) mengatakan akan terus memantau polling SMS yang dimanfaatkan untuk kepentingan debat capres / cawapres, kampanye dan kegiatan lainnya. Menurutnya, penyelenggara debat mestinya menekankan metode polling pada jumlah total SMS yang masuk, dan jangan hanya persentase-nya saja.

Sementara itu Ketua Tim Cyber Mega-Prabowo Fahmi Fahrudin meminta agar polling debat capres / cawapres yang disiarkan secara langsung di televisi swasta dihentikan saja. Alasannya polling SMS tsb rentant direkayasa.

Salam dari: Abdi Dharma

Mohon kepada siapapun yang berminat memberi tanggapan, agar menyampaikan tanggapannya dengan santun, beretika, satria, dan bermartabat. Terima kasih

SEBUAH HIMBAUAN

—– Kedaulatan ada di tangan rakyat, oleh karena itu masing-masing diri kita sesunguhnya memiliki kedaulatan pribadi. Mari kita gunakan kedaulatan pribadi tsb dengan cara bersikap mandiri dalam segala hal termasuk dalam menentukan hak pilih kita masing-masing.

Kita sebaiknya “tidak mejadi pribadi yang mudah terpengaruh” dengan berbagai iklan politik atau tim sukses dari capres / cawapres manapun. Biarkan saja sendainya kubu capres / cawapres itu berkonflik. Kita sebagai masyarakat yang mandiri tetap tenang, damai.dan dewasa dengan disertai doa untuk suksesnya pemilu tanggal 8 Juli 2009 ini.

“Mari kita amati dan nilai terus secara kritis dan objektif” kualitas dari masing-masing capres dan cawapres yang tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kemudian ketika kita sudah sampai pada bilik suara pada pemilu tanggal 8 Juli 2009 ini barulah kita tentukan pilihan kita dengan “pertimbangan yang mandiri dan matang” sehingga pada saatnya nanti kita bisa memilih dan mendapatkan presiden yang paling tidak bisa memberikan sesuatu yang “sedikit lebih baik” dan tidak mengecewakan seluruh masyarakat Indonesia

sumber http://public.kompasiana.com/2009/06/30/polling-sms-debat-capres-cawapres-direkayasa-untuk-memenangkan-capres-cawapres-tertentu

Senin, 22 Juni 2009

Prabowo Tawarkan Kembali Jatidiri Bangsa




Kuningan 20 Juni 2009

Cawapres Prabowo Subianto menegaskan, rakyat harus memilih apakah akan tetap menjadi bangsa yang tetap miskin dan tergantung pada bantuan negara lain atau kembali ke jatidiri sebagai bangsa yang mandiri dan dihargai negara lain.

"Saya dan Ibu Megawati menawarkan kepada rakyat apakah akan melanjutkan kondisi bangsa seperti ini atau mau perubahan, kembali ke jatidiri bangsa yang mandiri dan dihargai," tegasnya pada kampaye dialogis bersama warga Kabupaten Kuningan di Rumah Makan Lembah Ciremai, Kuningan, Sabtu sore.

Ia mengatakan, negara Indonesia merupakan negara yang kaya dengan sejumlah komoditi unggulan serta sejumlah anak bangsa yang sudah mampu namun karena salah strategi akhirnya menjadi bangsa yang miskin dan lebih suka meminjam uang untuk membiayai pembangunan.

"Saya tidak melihat strategi ekonomi bangsa ini, walaupun sudah 64 tahun merdeka. Bahkan ternyata selama 12 tahun kita mengalami kebocoran dana yang dilarikan ke luar negeri, dengan nilai rata-rata Rp200 trilun per tahun," katanya.

Menurut Prabowo, kehancuran ekonomi Indonesia juga akibat kesalahan strategi yang menggunakan ekonomi liberal yaitu membiarkan usaha kecil di Indonesia bersaing dengan pemodal besar termasuk dari luar negeri.

"Tidak mungkin usaha kecil bermodal Rp50 ribu bisa bersaing dengan pemodal Rp5 miliar. Akibat ekonomi liberal ini yang menikmati kekayaan hanya segelintir orang saja," katanya.

Prabowo bersama Megawati menawarkan konsep ekonomi kerakyatan dengan memanfaatkan sumber kekayaan alam untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat sesuai pasal 33 UUD 1945.

Ia mencontohkan, pohon aren yang mampu menghasilkan 20 ton etanol per hektar sudah diincar negara lain seperti Colombia dan Tanzania untuk memandirikan kebutuhan energi negara itu,

"Dua negara itu mengembangkan enam juta hektar lahan untuk ditanami Aren yang bibitnya diambil dari Sulawesi Utara. Ini bukti masih banyak komoditi yang belum dikelola dengan baik oleh Pemerintah," katanya.

Sebelumnya Prabowo juga mengkritik BLT dan PNPM yang terbukti menggunakan hutang dari luar negeri, serta sejumlah laporan keuangan Pemerintah yang dinilai disclaimer oleh BPK.

"Ada Rp600 Trilun dana pemerintah yang dinilai disclaimer oleh BPK, artinya BPK sendiri tidak berani memberikan pendapat atas laporan pemerintah itu," katanya.

Mengakhiri orasinya Prabowo mengutip sebuah hadis Nabi Muhammad SAW bahwa "Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum itu tidak berusaha mengubahnya sendiri". ant/fif

Sumber http://www.republika.co.id/berita/57479/Prabowo_Tawarkan_Kembali_Jatidiri_Bangsa

Ojek dan Becak Ciamis Iringi Megawati ke Jateng



Senin, 22 Juni 2009 | 14:32 WIB

CIAMIS, KOMPAS.com — Para tukang becak dan tukang ojek di Kabupaten Ciamis mengiringi kampanye Megawati yang akan melanjutkan kembali rangkaian kampanyenya ke Jawa Tengah.

Megawati berada di dalam bus bersama rombongannya, sedangkan para tukang becak dan ojek hanya mengiringinya dari Hotel Tyara tempat menginap Megawati di Jalan Jenderal Sudirman hingga Alun-alun Ciamis, Senin, sekitar pukul 09.00.

Sebelumnya Megawati akan menyapa masyarakat Ciamis dengan menumpang becak, tetapi karena cuaca dan kondisi tidak memungkinkan, akhirnya hanya sebatas simbolis ia duduk di kursi becak dan kemudian naik ke bus rombongan.

Megawati serta para rukang becak dan ojek disambut antusias warga Ciamis yang berdiri di pinggiran jalan sambil melambaikan tangannya di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman yang dilalui bus rombongan.

Sumber http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/06/22/14325439/Ojek.dan.Becak.Ciamis.Iringi.Megawati.ke.Jateng

ANGKA SATU SEJUTA MAKNA DAN HARAPAN


ANGKA SATU SEJUTA MAKNA DAN HARAPAN

Penetapan Mega Pro sebagai nomor urut 1 dalam Pilpres 8 Juli 2009, terjadi secara alami. Tanpa rekayasa. Tidak dirancang. Bukan hasil akal-akalan. Tapi, itulah anugerah kehidupan politik di negeri tercinta.Memang, walaupun nomor urut 1, dianggap tidak berbeda dengan nomor 2 atau 3, namun fakta kehidupan mengisyaratkan lain. Angka 1, memiliki kharisma tersendiri dalam kamus kehidupan bangsa kita. Angka 1, benar-benar memiliki sejuta makna dan harapan. Pesona angka 1, selalu menjadi rebutan siapa pun yang berjuang. Bukti nya, tidak ada seorang pun yang sedang mengikuti pertandingan mengharapkan juara 2 atau 3. Mereka pasti mendambakan juara 1.Ya.... Nomor 1 , memang sang juara. Nomor 1 adalah sang pemenang. Nomor 1 merupakan yang terbaik.Adalah fakta, bukan khayalan. Angka 1, sungguh nyaman di sandang. Angka 1 memang kepunyaan kita, Keluarga Besar Mega - Pro Rakyat yang akan tandang dalam Pilpres 8 Juli 2009. Majulah Mega - Pro. Jadilah yang terbaik demi kejayaan Indonesia Raya tercinta !.


Mega Dilepas Ratusan Tukang Becak di Ciamis

VIVAnews - Ratusan tukang becak dan tukang ojek Se-Ciamis, Jawa Barat, Senin pagi melepas kepergian rombongan Capres Megawati menuju Jawa Tengah. Selain rombongan partai, Megawati juga ditemani Puti Soekarnoputri, putri Guntur Soekarnoputra.

Mestinya Mega menumpang becak menuju alun-alun Ciamis. Tapi karena faktor cuaca yang panas Mega batal numpang becak. Meski batal naik becak, ratusan becak dan ojek, tetap mengiringi rombongan megawati hingga alun-alun.

Aksi ratusan tukang becak dan ojek ini, menyita perhatian warga sepanjang jalan Jendral Sudirman, Ciamis, Jawa Barat. Bahkan pelajar Sekolah Dasar dan Menengah, sengaja keluar kelas untuk melihat Capres wanita satu-satunya ini. Mereka berkerumun di halaman sekolah.

Sebelumnya, Minggu malam, Capres Megawati bertemu dengan ratusan Kepala Desa dan Guru Sukwan di sebuah hotel di jalan Jendral Sudirman.

Dalam kesempatan dialog tersebut, Megawati menyinggung kebijakan Pemerintah soal Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dinilainya tidak mendidik rakyat untuk mandiri.

Laporan: Aditya Tri Wahyudi | Ciamis (antv)

Minggu, 21 Juni 2009

Prita Mulyasari Dukung Mega Jadi Presiden


Prita Mulyasari Dukung Mega Jadi Presiden
TANGERANG - Masih ingat nama Prita Mulyasari (32), wanita yang pernah mendekam di hotel prodeo akibat mengirim email mengenai keluhannya terhadap pelayanan RS Omni Internasional beberapa waktu lalu.

Kemunculan Prita kali ini bukan untuk beradu argumen dengan pihak rumah sakit, namun ibu dua anak ini menyatakan dukungannya kepada calon presiden asal PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

"Secara pribadi saya meminta kepada kaum perempuan untuk mendukung Ibu Mega pada Pilpres nanti," kata Prita ketika mengikuti silaturahmi bertajuk "Megawati di mata Prita Mulyasari" di Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Minggu (21/6/2009).

Alasan Prita menjatuhkan pilihan ke Mega karena melihat dan merasakan bagaimana putri proklamator ini mau menyambangi dirinya saat mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Tangerang.

"Ini bukan karena didesak oleh kepentingan politik, tetapi karena saya melihat hati nurani ibu Mega begitu peduli kepada rakyat kecil seperti saya ketika berada di penjara," ujarnya.

Tidak hanya itu saja, Prita juga mengaku Megawati, merupakan wanita yang tidak memandang status seseorang. Di mana tak segan-segan Megawati mau membantu dan mendampingi dirinya hingga mendapatkan status tahanan kota.

"Ibu Mega selalu memberi saya semangat dan tetap setia mendampingi hingga mendapatkan status tahanan kota," ucapnya lagi.

"Saya memang tidak bisa membalas apa-apa kepada ibu Mega maupun siapapun yang telah memberikan rasa kepedulian kepada saya, namun saya begitu berterima kasih sekali," tandas Prita. (kem)
Prabowo Sindir Slogan 'Lanjutkan'

Kuningan
- Cawapres Prabowo Subianto menyindir slogan 'lanjutkan' yang diusung pasangan SBY-Boediono. Prabowo menilai jika pemerintahan SBY dilanjutkan bangsa Indonesia makin sengsara.

"Kalau mau lanjutkan saya berani ramalkan yang kaya hanya yang itu-itu saja," ujar Prabowo saat berdialog dengan warga Kuningan di Restoran Lembah Ciremai, Kuningan, Jawa Barat, Sabtu (20/6/2009).

Menurut Prabowo, pemerintah telah gagal untuk mensejahterakan rakyat Indonesia. Dana puluhan triliunan dari APBN menguap tidak jelas, sementara utang luar negeri terus bertambah.

Sumber http://pemilu.detiknews.com/read/2009/06/20/175447/1151255/700/prabowo-sindir-slogan-lanjutkan

"BPK sampai memberikan penilaian disclaimer atau menolak memberikan penilaian atas laporan keuangan pemerintah. Bagaimana sampai begini?" ungkap Prabowo.

"Jadi apa yang mau dilanjutkan? Apa kita mau terus jadi bangsa miskin? Apa kita mau jadi bangsa pengemis terus-terusan? Silakan saja kalau mau dilanjutkan," tambahnya.

Prabowo pun mengajak seluruh masyarakat Kuningan untuk mencontreng pasangan Mega-Prabowo jika ingin perubahan.

"Ekonomi kerakyatan menjamin kekayaan negara harus bisa dinikmati seluas-luasnya untuk kesejahteraan rakyat," ujar Prabowo disambut tepuk tangan seribuan warga Kuningan.
( rdf / gah )