- Oleh Abdi - 30 Juni 2009
-
Sebuah surat kabar ibu kota menurunkan berita bahwa polling SMS yang digelar pada acara debat capres / cawapres di stasiun televsi swasta menuai polemik. Salah satu penyebab utama dari polemik tsb adalah hasil dari polling SMS tsb yang cenderung selalu memenangkan capres / cawapres tertentu.
Yang juga dipertanyakan adalah hasil perbandingan polling SMS di antara ke 3 capres yang menunjukkan seolah-olah capres / cawapres tertentu digambarkan akan memenangkan pemilu presiden dalam satu putaran saja. Hal ini menyebabkan sejumlah pihak mensinyalir adanya rekayasa dalam polling SMS tsb.
BEBERAPA INDIKASI ADANYA REKAYASA
Beberapa pihak tertentu telah menyatakan pendapatnya mengenai kemungkinan adanya rekayasa dalam polling SMS yang tampaknya cenderung selalu memenangkan cepres / cawapres tertentu. Berikut ini adalah pernyataan mereka:
1.Pernyataan Heru Sutandi (anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Inddonesia = BRTI)
Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Heru Sutandi, mensinyalir polling SMS pada acara debat capres / cawapres di televisi terjadi kecurangan. Dia melihat ada pihak yang melakukan blocking sehingga SMS hanya masuk kepada pasangan capres /cawapres tertentu saja. Mestinya cara-cara seperti itu dilarang, karena tidak fair dan hanya calon tertentu saja yang unggul, sementara calon lain kalah.
2.Pernyataan Yuddy Chrisnandi (juru bicara capres / cawapres JK - Wiranto)
Yuddy chrisnandi, juru bicara pasangan capres / cawapres JK-Wiranto mengatakan adanya indikasi kecurangan dalam polling SMS saat debat capres / cawapres berlangsung. “Sebelum debat dimulai hasil polling SMS untuk SBY sudah mencapai di atas 50 % bahkan pernah sampai 62 %, jauh melampaui megawati dan JK.”
Menurut Yuddy ada beberapa alat yang bisa digunakan untuk menaikkan polling SMS. Yang paling mudah adalah membeli pulsa sebanyak mungkin untuk dikirim pada polling SMS tsb. Bisa juga membeli mesin untuk memasukkan SMS dengan cara menyetorkan uang.
Yuddy melanjutkan: “Saya pernah ditawari, harga alatnya Rp.500 juta, tap kami nggak mau. Untuk apa membeli alat rekayasa tsb, karena akhirnya hanya membohongi. Daripada membeli alat semahal itu, lebih baik uangnya digunakan untuk kepentingan rakyat.” Karena itu menurut Yuddy tim JK - Wiranto tidak percaya dengan hasil polling SMS tsb. Kenyataannya dari debat capres yang sudah digelar, JK selalu mendapat pujian dari pada capres lainnya.
3.Pernyataan Fahmi Fahrudin (Ketua Tim Cyber Mega-Prabowo)
Fahmi Fahrudin menyatakan bahwa saat ia mengirim SMS ke TV penyelenggara debat capres selalu gagal, dan kegagalan pengiriman SMS ini mencapai lebih dari 70 persen. Dia mengatakan kondisi ini berbeda pada saat acara debat cawapres, di mana lebih dari 4000 kiriman SMS semuanya bisa masuk.
Selain dari pernyataan pihak-pihak tsb di atas, masyarakat pemersa TV yang kritis pada umumnya bisa melihat adanya beberapa keganjilan sbb:
1.Debat cawapres di mana Budiono merupakan cawapres paling tidak popular hasilnya kurang lebih sama dengan debat capres, padahal pada awal debat, Prabowo sempat mencapai polling SMS tertinggi selama beberapa menit pada awal debat.
2.Ada indikasi hasil polling SMS tsb cenderung hampir selalu sama dengan ranking perolehan suara yang diramalkan oleh LSI yang akhir-akhir ini menggunakan hasil surveynya untuk iklan jualan pemilu presiden satu putaran untuk kemenangan pasangan SBY - Berbudi.
ARAH KECURIGAAN DAN BANTAHAN
Pihak-pihak yang merasa menjadi sasaran kecurigaan adanya rekayasa dalam polling SMS untuk acara debat capres / cawapres telah menyatakan bantahannya. Misalnya saja manager Humas Trans TV Hardiansyah Lubis mengatakan bahwa polling SMS saat debat capres / cawapres seluruhnya ditangani KPU. Trans TV tidak mengadakan polling SMS itu. Masalahnya hasilnya kami juga tidak tahu menahu, semuanya urusan KPU. Kami hanya mengadakan siaran saja. Demikian kata Hardiansyah kepada sebuah harian ibu kota pada Minggu malam, 28-6-2009.
Pihak lain yang juga merasa jadi sasaran kecurigaan adalah kubu SBY - Berbudi / Partai Demokrat. Wakil ketua umum Partai Demokrat Ahmad Mubarok dengan nada berkelakar mengatakan: “Jangan-jangan ada ‘jin” sehingga pendukung calon presiden lain sulit mengirim SMS. Saya sendiri mudah mengirim SMS saat SBY tampil dalam acara debat tsb.”
He, he, he, . . . . bisa juga Ahmad Mubarok ngeledek orang-orang yang mencurigai pihaknya. Yah, kita harapkan saja, kalau memang ada jin, semoga jin tsb bukan jin piaraan Ahmad Mubarok. Selanjutnya Ahmad Mubarok menyatakan agar semua pihak tidak menuduh kalau polling SMS yang selalu memenangkan pasangan SBY - Berbudi sebagai hasil rekayasa.
TINDAK LANJUT DAN SOLUSI
Menurut pendapat penulis, kalau memang acara debat capres / cawapres bisa menambah simpati masyarakat dan bisa menambah perolehan suara dalam pemilu presiden tanggal 8 Juli 2009 nanti, maka yang terpenting di sini adalah melakukan usaha untuk meningkatkan kualitas penampilan dari masing-masing capres / cawapres.
Adanya rekayasa atau kecurangan di mana capres tertentu yang penampilannya sering mendapat pujian tapi direkayasa oleh pihak lain agar memperoleh polling SMS yang rendah, justru akan menambah simpati masyarakat untuk memilihnya pada pemilu 8 Juli 2009 mendatang. Rakayasa atau kecurangan seperti itu kemungkinnan besar dapat dibaca oleh masyarakat pemersa TV.
Terlepas dari itu semua beberapa pihak tertentu telah menyatakan gagasannya untuk melakukan beberapa cara guna mencegah adanya kemungkinan rekayasa polling SMS untuk debat capres / cawapres tsb.
Heru Sutadi Anggota BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia) mengatakan akan terus memantau polling SMS yang dimanfaatkan untuk kepentingan debat capres / cawapres, kampanye dan kegiatan lainnya. Menurutnya, penyelenggara debat mestinya menekankan metode polling pada jumlah total SMS yang masuk, dan jangan hanya persentase-nya saja.
Sementara itu Ketua Tim Cyber Mega-Prabowo Fahmi Fahrudin meminta agar polling debat capres / cawapres yang disiarkan secara langsung di televisi swasta dihentikan saja. Alasannya polling SMS tsb rentant direkayasa.
Salam dari: Abdi Dharma
Mohon kepada siapapun yang berminat memberi tanggapan, agar menyampaikan tanggapannya dengan santun, beretika, satria, dan bermartabat. Terima kasih
SEBUAH HIMBAUAN
Kedaulatan ada di tangan rakyat, oleh karena itu masing-masing diri kita sesunguhnya memiliki kedaulatan pribadi. Mari kita gunakan kedaulatan pribadi tsb dengan cara bersikap mandiri dalam segala hal termasuk dalam menentukan hak pilih kita masing-masing.
Kita sebaiknya “tidak mejadi pribadi yang mudah terpengaruh” dengan berbagai iklan politik atau tim sukses dari capres / cawapres manapun. Biarkan saja sendainya kubu capres / cawapres itu berkonflik. Kita sebagai masyarakat yang mandiri tetap tenang, damai.dan dewasa dengan disertai doa untuk suksesnya pemilu tanggal 8 Juli 2009 ini.
“Mari kita amati dan nilai terus secara kritis dan objektif” kualitas dari masing-masing capres dan cawapres yang tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kemudian ketika kita sudah sampai pada bilik suara pada pemilu tanggal 8 Juli 2009 ini barulah kita tentukan pilihan kita dengan “pertimbangan yang mandiri dan matang” sehingga pada saatnya nanti kita bisa memilih dan mendapatkan presiden yang paling tidak bisa memberikan sesuatu yang “sedikit lebih baik” dan tidak mengecewakan seluruh masyarakat Indonesia
Sebuah surat kabar ibu kota menurunkan berita bahwa polling SMS yang digelar pada acara debat capres / cawapres di stasiun televsi swasta menuai polemik. Salah satu penyebab utama dari polemik tsb adalah hasil dari polling SMS tsb yang cenderung selalu memenangkan capres / cawapres tertentu.
—
Yang juga dipertanyakan adalah hasil perbandingan polling SMS di antara ke 3 capres yang menunjukkan seolah-olah capres / cawapres tertentu digambarkan akan memenangkan pemilu presiden dalam satu putaran saja. Hal ini menyebabkan sejumlah pihak mensinyalir adanya rekayasa dalam polling SMS tsb.
—
—
BEBERAPA INDIKASI ADANYA REKAYASA
—
Beberapa pihak tertentu telah menyatakan pendapatnya mengenai kemungkinan adanya rekayasa dalam polling SMS yang tampaknya cenderung selalu memenangkan cepres / cawapres tertentu. Berikut ini adalah pernyataan mereka:
—
1.Pernyataan Heru Sutandi (anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Inddonesia = BRTI)
— Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Heru Sutandi, mensinyalir polling SMS pada acara debat capres / cawapres di televisi terjadi kecurangan. Dia melihat ada pihak yang melakukan blocking sehingga SMS hanya masuk kepada pasangan capres /cawapres tertentu saja. Mestinya cara-cara seperti itu dilarang, karena tidak fair dan hanya calon tertentu saja yang unggul, sementara calon lain kalah.
—
2.Pernyataan Yuddy Chrisnandi (juru bicara capres / cawapres JK – Wiranto)
— Yuddy chrisnandi, juru bicara pasangan capres / cawapres JK-Wiranto mengatakan adanya indikasi kecurangan dalam polling SMS saat debat capres / cawapres berlangsung. “Sebelum debat dimulai hasil polling SMS untuk SBY sudah mencapai di atas 50 % bahkan pernah sampai 62 %, jauh melampaui megawati dan JK.”
—
Menurut Yuddy ada beberapa alat yang bisa digunakan untuk menaikkan polling SMS. Yang paling mudah adalah membeli pulsa sebanyak mungkin untuk dikirim pada polling SMS tsb. Bisa juga membeli mesin untuk memasukkan SMS dengan cara menyetorkan uang.
—
Yuddy melanjutkan: “Saya pernah ditawari, harga alatnya Rp.500 juta, tap kami nggak mau. Untuk apa membeli alat rekayasa tsb, karena akhirnya hanya membohongi. Daripada membeli alat semahal itu, lebih baik uangnya digunakan untuk kepentingan rakyat.” Karena itu menurut Yuddy tim JK – Wiranto tidak percaya dengan hasil polling SMS tsb. Kenyataannya dari debat capres yang sudah digelar, JK selalu mendapat pujian dari pada capres lainnya.
—
3.Pernyataan Fahmi Fahrudin (Ketua Tim Cyber Mega-Prabowo)
— Fahmi Fahrudin menyatakan bahwa saat ia mengirim SMS ke TV penyelenggara debat capres selalu gagal, dan kegagalan pengiriman SMS ini mencapai lebih dari 70 persen. Dia mengatakan kondisi ini berbeda pada saat acara debat cawapres, di mana lebih dari 4000 kiriman SMS semuanya bisa masuk.
—
Selain dari pernyataan pihak-pihak tsb di atas, masyarakat pemersa TV yang kritis pada umumnya bisa melihat adanya beberapa keganjilan sbb:
—
1.Debat cawapres di mana Budiono merupakan cawapres paling tidak popular hasilnya kurang lebih sama dengan debat capres, padahal pada awal debat, Prabowo sempat mencapai polling SMS tertinggi selama beberapa menit pada awal debat.
—
2.Ada indikasi hasil polling SMS tsb cenderung hampir selalu sama dengan ranking perolehan suara yang diramalkan oleh LSI yang akhir-akhir ini menggunakan hasil surveynya untuk iklan jualan pemilu presiden satu putaran untuk kemenangan pasangan SBY – Berbudi.
—
—
ARAH KECURIGAAN DAN BANTAHAN
—
Pihak-pihak yang merasa menjadi sasaran kecurigaan adanya rekayasa dalam polling SMS untuk acara debat capres / cawapres telah menyatakan bantahannya. Misalnya saja manager Humas Trans TV Hardiansyah Lubis mengatakan bahwa polling SMS saat debat capres / cawapres seluruhnya ditangani KPU. Trans TV tidak mengadakan polling SMS itu. Masalahnya hasilnya kami juga tidak tahu menahu, semuanya urusan KPU. Kami hanya mengadakan siaran saja. Demikian kata Hardiansyah kepada sebuah harian ibu kota pada Minggu malam, 28-6-2009.
—
Pihak lain yang juga merasa jadi sasaran kecurigaan adalah kubu SBY – Berbudi / Partai Demokrat. Wakil ketua umum Partai Demokrat Ahmad Mubarok dengan nada berkelakar mengatakan: “Jangan-jangan ada ‘jin” sehingga pendukung calon presiden lain sulit mengirim SMS. Saya sendiri mudah mengirim SMS saat SBY tampil dalam acara debat tsb.”
—
He, he, he, . . . . bisa juga Ahmad Mubarok ngeledek orang-orang yang mencurigai pihaknya. Yah, kita harapkan saja, kalau memang ada jin, semoga jin tsb bukan jin piaraan Ahmad Mubarok. Selanjutnya Ahmad Mubarok menyatakan agar semua pihak tidak menuduh kalau polling SMS yang selalu memenangkan pasangan SBY – Berbudi sebagai hasil rekayasa.
—
—
TINDAK LANJUT DAN SOLUSI
—
Menurut pendapat penulis, kalau memang acara debat capres / cawapres bisa menambah simpati masyarakat dan bisa menambah perolehan suara dalam pemilu presiden tanggal 8 Juli 2009 nanti, maka yang terpenting di sini adalah melakukan usaha untuk meningkatkan kualitas penampilan dari masing-masing capres / cawapres.
—
Adanya rekayasa atau kecurangan di mana capres tertentu yang penampilannya sering mendapat pujian tapi direkayasa oleh pihak lain agar memperoleh polling SMS yang rendah, justru akan menambah simpati masyarakat untuk memilihnya pada pemilu 8 Juli 2009 mendatang. Rakayasa atau kecurangan seperti itu kemungkinnan besar dapat dibaca oleh masyarakat pemersa TV.
—
Terlepas dari itu semua beberapa pihak tertentu telah menyatakan gagasannya untuk melakukan beberapa cara guna mencegah adanya kemungkinan rekayasa polling SMS untuk debat capres / cawapres tsb.
—
Heru Sutadi Anggota BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia) mengatakan akan terus memantau polling SMS yang dimanfaatkan untuk kepentingan debat capres / cawapres, kampanye dan kegiatan lainnya. Menurutnya, penyelenggara debat mestinya menekankan metode polling pada jumlah total SMS yang masuk, dan jangan hanya persentase-nya saja.
—
Sementara itu Ketua Tim Cyber Mega-Prabowo Fahmi Fahrudin meminta agar polling debat capres / cawapres yang disiarkan secara langsung di televisi swasta dihentikan saja. Alasannya polling SMS tsb rentant direkayasa.
—
—
Salam dari: Abdi Dharma
Mohon kepada siapapun yang berminat memberi tanggapan, agar menyampaikan tanggapannya dengan santun, beretika, satria, dan bermartabat. Terima kasih
—
—
SEBUAH HIMBAUAN
—– Kedaulatan ada di tangan rakyat, oleh karena itu masing-masing diri kita sesunguhnya memiliki kedaulatan pribadi. Mari kita gunakan kedaulatan pribadi tsb dengan cara bersikap mandiri dalam segala hal termasuk dalam menentukan hak pilih kita masing-masing.
—
Kita sebaiknya “tidak mejadi pribadi yang mudah terpengaruh” dengan berbagai iklan politik atau tim sukses dari capres / cawapres manapun. Biarkan saja sendainya kubu capres / cawapres itu berkonflik. Kita sebagai masyarakat yang mandiri tetap tenang, damai.dan dewasa dengan disertai doa untuk suksesnya pemilu tanggal 8 Juli 2009 ini.
—
“Mari kita amati dan nilai terus secara kritis dan objektif” kualitas dari masing-masing capres dan cawapres yang tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kemudian ketika kita sudah sampai pada bilik suara pada pemilu tanggal 8 Juli 2009 ini barulah kita tentukan pilihan kita dengan “pertimbangan yang mandiri dan matang” sehingga pada saatnya nanti kita bisa memilih dan mendapatkan presiden yang paling tidak bisa memberikan sesuatu yang “sedikit lebih baik” dan tidak mengecewakan seluruh masyarakat Indonesia
Kamis, 02 Juli 2009
Polling Sms Debat Capres / Cawapres “Direkayasa” untuk Memenangkan Capres / Cawapres Tertentu (?)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar